Sabtu, 04 Juli 2009

Menjebol Password Network Neighborhood

Hacking


Rasa ingin tahu manusia itu wajar. Mendengar kata password pasti semua setuju bahwa

password berhubungan dengan sesuatu yang rahasia. Dan sesuatu yang rahasia itu harus

dijaga benar-benar jangan sampai orang tahu. Dalam jaringan (LAN) di kantor atau di

warnet terdapat fasilitas file sharing dimana setiap komputer berhak me-share file dan

juga memberikan hak akses. Hak akses tersebut bisa berupa read only atau full access.

Nah, jika anda pengguna Microsoft Windows jangan pernah melakukan sharing file di

network neighborhood karena sekarang setelah membaca artikel ini di jamin anda bisa

menjebol password network neighborhood. Tidak ada syarat atau kemampuan khusus,

Cuma beberapa istilah yang harus di mengerti yaitu, hostname dan IP Address.

Password windows untuk network neighborhood di simpan dengan huruf capital.

Walaupun anda memasukkan password berupa huruf kecil maka otomatis windows

akan mengkonversi menjadi huruf kapital.


Langkah 1:

Anda buka website http://www.nostalgia.host.sk/download/pqwak/pqwak.zip dengan

ukuran file 8Kb, kemudian download lagi di

http://www.nostalgia.host.sk/download/imaniac/imaniac.zip dengan ukuran file 53Kb.

Jika anda sudah melakukan hal diatas, maka maka kita lanjutkan dengan langkah 2.

Langkah 2 :

Ketika anda mau menjalankan program pqwak atau imaniac, maka antivirus pun akan

mendeteksi bahwa pada file tersebut terdapat virus, tetapi hal ini tidaklah benar sebab

yang terdapat disana bukanlah virus tetapi malicionous code yaitu kode-kode yang

mencurigakan yang mengarah pada Trojan, sehingga program sejenis ini di black list

oleh antivirus tersebut terutama pada Norton. Untuk itu anda harus men-disable

antivirus tersebut.


Langkah 3 :

Buka internet explorer lalu browse network neighborhood

Nama-nama yang tampil pada bagian kanan explorer diatas seperti : 201, 202, …,

Oper2, dan server adalah hostname/netbios name(nb name).

Sekarang dari nama tersebut, pilih target tujuan kita. Sebagai contoh Oper2. dari Oper2

tersebut, kita harus mengetahui IP Address komputer tersebut.

Langkah 4 :

Untuk mencari IP Address komputer tujuan (Oper2), maka jalankan program yang

sudah kita download tadi yaitu imaniac (Internet Maniac) :

Internet Maniac secara otomatis mendeteksi dan mencari IP Address kita, Nah untuk

mencari IP Address tujuan (Oper2) maka klik Host Lookup, maka akan muncul

window:

Pada Hostname or IP address, masukkan nama hostname tujuan yaitu Oper2, setelah itu

klik Resolve dan akan muncul IP Address pada bagian Host addresses.

Nah, sekarang kita memiliki IP Address dari hostname tujuan yaitu Oper2 dengan IP

Address 10.1.2.20


Langkah 5 :

Untuk melihat apa saja yang di share di Oper2, maka kita klik ganda pada hostname

tersebut. Pilih folder yang ingin kita bobol passwordnya, misalnya folder tersebut

bernama D. klik ganda untuk membuka folder tersebut, maka :

akan muncul permintaan password seperti gambar diatas. Selanjutnya bagaimana?

Langkah 6 :

Untuk mengisi password yang kosong tersebut, maka anda bisa menjalankan pqwak.

Hati-hati terhadap antivirus anda, usahakan untuk di disable terlebih dahulu.

NBNAME (netBios Name) : merupakan nama hostname tujuan kita, yaitu Oper2

SHARE : merupakan nama folder yang di share oleh hostname Oper2, yaitu folder d.

IP : Kita isikan IP Address tujuan yaitu Oper2 yang telah kita dapatkan pada langkah 4.

DELAY : biarkan terisi 250 (default)

Setelah syarat diatas diisikan pada gambar diatas, maka tekan tombol OK.

ternyata password dari folder yang di share tersebut adalah CENTIL.


Langkah 7 :

Masukkan password tersebut dalam dibawah ini :

setelah password anda masukkan, maka akan anda lihat isi file folder d tersebut.

Nah, sekarang kendali ada ditangan anda. Silahkan anda bersukaria browsing di folder d

ini.

Selamat mencoba.



Rahasia Dibalik Kepingan CD

CD (Compact Disc)

Media CD sudah bukan barang aneh lagi. Banyak orang yang sering bermain-main dengan kepingan CD untuk berbagai keperluan. Ada yang membuat foto di studio dan hasil fotonya disimpan di CD, ada yang membuat album lagu dan hasilnya disimpan di CD, ada juga membuat film dan hasilnya disimpan pula di kepingan CD.
Alat untuk merekam CD harganya kian terjangkau. Tidak sampai ½ juta rupiah kita sudah bisa membeli perekam CD atau lebih dikenal sebagai CD Writer. Kepingan CD pun harga jauh lebih murah daripada disket. Dengan harga sekitar 1.500 – 2.500 rupiah kita sudah mendapatkan piringan plastik yang ajaib itu.

TIPE-TIPE PIRINGAN CD
Piringan CD yang kita jumpai dipasaran, pada dasarnya terbagi menjadi 3 golongan. Yaitu CD-ROM, CDR
dan CD-RW. Masing-masing dari tipe CD ini memiliki karateristik tersendiri.

CD-ROM
Singkatan dari Compact Disc - Read Only Memory. Piringan CD-ROM ini berwarna perak. Proses
pembuatannya adalah dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari oleh sinar laser.
Sinar laser itu akan membentuk semacam pit (lubang) berukuran mikro – yang sangat kecil sekali.
Lubang-lubang itu akan membentuk deretan kode yang isinya berupa data. Sekali tercipta lubang, maka tidak bisa ditutup lagi. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Semua itu prosesnya dilakukan secara bertahap dalam suatu mesin cetakan.
Alat cetakan CD-ROM bentuknya mirip cetakan kue martabak manis dan analogi pembuatannya juga mirip seperti itu. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini;

Karena lapisan data itu dibuat pada saat CDROM dicetak, maka tidak heran jika diberi nama ROM (Read Only Memory). Data didalam CDROM tidak bisa dihapus sehingga CD-ROM tidak bisa dihapus atau direkam pada alat CD Writer yang biasa kita miliki. Kualitas CD-ROM ditentukan oleh ketiga lapisan tersebut. Lapisan pemantul harus mampu memantulkan cahaya yang dipancarkan oleh sinar laser dengan sempurna sehingga informasi yang ada di lapisan data dapat terbaca dengan baik. Sementara lapisan pelindung harus kuat agar lapisan data tidak rusak karena tergores atau kotor. CD-ROM original umumnya lebih awet daripada CD-ROM bajakan. Karena kualitas lapisan-lapisan pada CD-ROM original sangat kuat dan berkualitas dibawah standar mutu pabrik yang dapat diandalkan. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan ada pula CD-ROM bajakan yang berkualitas, namun tentu harganya tidak murah.

CD-R
Singkatan dari Compact Disc - Recordable. Piringan CD-R ini umumnya berwarna hijau, tapi ada beberapa yang berwarna biru, merah dan hitam. Proses pembuatannya mirip dengan CD-ROM, yaitu dengan cara menaruh selembar lapisan plastik. Perbedaannya lembaran plastik itu belum disinari oleh laser. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastic cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Lalu kapan lembaran plastik itu akan disinari laser? Jawabannya nanti pada saat kita hendak merekamnya.Itulah sebabnya CD-R disebut juga dengan CD-Blank karena isinya masih kosong.Menentukan kualitas CD-R juga sama dengan menentukan kualitas CD-ROM. Tapi ada yang harus jadi perhatian ekstra, yaitu karena proses rekaman dilakukan setelah CD tercetak dan ada begitu banyak CD-R
yang dijual dipasaran, maka kualitas lembaran data didalam CD-R itu harus cocok dengan CD Writer-nya. Dulu banyak kasus, selain dari masalah Buffer Under-Run (kehabisan supply data), dahulu CD Writer tidak mampu mengenali lapisan data itu dengan baik.
Anda tidak perlu risau, CD Writer jaman sekarang sudah mampu mengenali berbagai CD-R yang ada dipasaran. Untuk lebih yakin, sebaiknya Anda baca buku manualnya untuk memperoleh informasi daftar CD-R yang paling optimal untuk CD Writer Anda. Bagi Anda yang masih menggunakan CD Writer model lama, silahkan kunjungi situs web produsen pembuatnya untuk mengupdate firmware. Kegunaan dari update firmware ini untuk membantu CD Writer mengenali lapisan-lapisan data tersebut. Bahkan pada beberapa CD Writer tertentu, dengan hanya update firmware kita bisa meningkatkan kecepatan rekam tanpa harus beli CD Writer baru. Lumayan kan.

CD-RW
Singkatan dari Compact Disc - ReWriteable. Piringan CD-RW ini umumnya berwarna ungu. Proses pembuatannya mirip dengan CD-ROM atau CD-R dengan cara menaruh selembar lapisan plastik. Perbedaannya lembaran plastik itu memiliki kemampuan untuk membuka dan menutup. Seperti yang telah dijelaskan bahwa lapisan data jika disinari oleh laser akan membuat lubang-lubang sebagai kode. Pada CD-RW lapisan data itu dapat lubang-lubang itu dapat menutup lagi jika dibutuhkan. Itulah sebabnya kita dapat merekam dan menghapus media CD-RW ini sesuka hati kita. CD-RW tidak sembarangan dapat dibaca pada CD Player atau VCD player. Untuk bisa membaca CD-RW butuh tenaga sinar laser yang lebih kuat dari biasanya. Oleh sebab itu pastikan bahwa CD player atau VCD player Anda mendukung CD-RW.

KAPASITAS CD
Kapasitas CD dapat digolongkan menjadi 2 bentuk fisik. Pertama piringan CD kecil yang berdiameter 8 cm, dan kedua piringan CD normal yang berdiameter 12 cm. Kapasitas CD kecil 8 cm, sanggup menyimpan hingga 21 menit atau setara dengan 184,57 MB.
Pertanyannya adalah, kok tahu 21 menit sama dengan 184,57 MB? Itulah yang akan dibahas disini. CD mengenal 2 macam modus, yaitu Mode 1 dan Mode 2/XA. Pada Mode 1, CD akan dibentuk dengan ukuran 2.048 bytes tiap blok. Jumlah blok tergantung pada ukuran CD. Untuk CD 8 cm memiliki 94.500 blok. Sehingga kalau kita mengkalikan 2.048 dengan 94.500 hasilnya sama dengan 193.536.000 Bytes. Ubahlah bilangan bytes itu menjadi MegaBytes (MB). Karena 1 MB sama dengan 1.048.576 Bytes, maka
hasilnya 184, 57 MB. Agar lebih mudah memahaminya, lihatlah tabel dibawah ini;

Timbul pertanyaan, mengapa jumlah blok tiap mode berbeda-beda? Alasannya Mode 1 digunakan untuk menyimpan data. Sementara Mode 2/XA digunakan khusus untuk membuat CD-Audio atau VCD. Ada perbedaan mendasar antara data dengan video/audio, yaitu pada data yang digunakan sebagai tolak ukur adalah kapasitas dalam satuan MB. Namun pada video/audio tolak ukur yang digunakan adalah berdasarkan detik. Trik perbedaan kapasitas ini banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk melakukan teknik Overburn. Dengan overburn kita dapat menyimpan data lebih banyak dari biasanya, teknik ini tidak disarankan bagi pemula karena dapat menimbulkan kerusakan pada CD-Writer drive jika dilakukan asalasalan. Diluar dari semua itu, file MPEG-1 yang berukuran hingga 780 MB dapat tersimpan dengan baik jika kita menyimpannya menjadi VCD, bukan sebagai file data biasa. Lagipula dengan membuat menjadi VCD, kita bisa menontonnya tidak hanya di PC tapi juga pada VCD player biasa.